NAPOLI – Bukannya tak hormat akan reputasi besar Andrea Pirlo, tapi gelandang Napoli, Gökhan Ïnler menolak disamakan dengan legenda hidup Italia itu karena merasa karakter masing-masing yang berbeda.
 
Penuturan ini terlontar ketika tertangkap radar bahwa dirinya akan memainkan peran berbeda bagi Il Partenopei di musim baru. Inler yang biasanya beroperasi lebih menyerang, kini dengan formula baru 3-5-1-1, posisi Ïnler akan digeser ke belakang, layaknya Pirlo di Juventus.
 
“Kami akan melaksanakan sistem permainan baru ini dan akan butuh waktu untuk mengasimilasikan pergerakan walau familiar akan hal ini. Tapi jika disetarakan dengan Pirlo? Tidak, saya berbeda meski saya sangat suka akan caranya bermain,” tutur Ïnler, seperti dikutip Football-Italia, Sabtu (14/7/2012).
 
“Tidak akan mudah saat anda menghadapi seorang regista (playmaker) di depan barisan bek. Posisi itu akan memberi tekanan besar karena jika anda kehilangan bola, maka akan muncul masalah,” lanjut pemain internasional Swiss berdarah Turki itu.
 
Posisi itu juga setidaknya akan lebih menguras fisik Inler karena perannya yang mesti menjaga keseimbangan serangan dan bertahan. Terlebih, musim baru nanti sepertinya akan sama sibuknya seperti musim lalu. Jika memang fisik sudah terkuras, baginya hanya kekuatan mental yang bisa jadi penopang ekstra saat di lapangan.
 
“Tahun lalu kami kerepotan secara fisik karena terlalu banyak pertandingan. Tak mudah bermain setiap tiga hari sekali. Saya dan tim harus mengembangkan fisik terutama di barisan belakang. Kami juga harus menempa mental agar bisa menjadi tenaga ekstra di lapangan,” sambung Ïnler.
 
“Tapi seiring waktu berjalan, saya melihat adanya peningkatan performa fisik kami. Motivasi juga turut membantu karena semua anggota tim punya tekad untuk selalu memberikan yang terbaik,” tutup alumnus akademi FC Basel tersebut.